• LOGIN
User ID
Password
Registrasi User Baru
About
Artikel/Berita
Radio Indonesia
Profil Radio
Event/Info Program
Regulasi
Guestbook
Links
Contact Us
Daftar Alumni

• RADIO LINKS

 
 
• BERITA

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penyiaran Radio

Dipublish Oleh : adminsio
Pada Tanggal : 04/07/2017

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penyiaran Radio

Radio sebagai salah satu media massa elektronik mempunyai potensi untuk memberikan dampak sosial yang luas, baik positif maupun negatif. Radio dapat dinikmati oleh siapa saja dan dimana saja, tanpa memandang kelas sosial, usia dan tempat. Radio dapat mengisi waktu seseorang dalam kurun waktu 24 jam terus menerus. Radio juga mampu menginformasikan/ memberitakan segala hal di manapun secara segera pada saat kejadiannya. Di Indonesia, radio siaran merupakan komponen media komunikasi massa yang memiliki peran dan hubungan timbal balik dengan sejarah bangsa. Saat ini, lebih dari 2800 stasiun radio yang bekerja di frekuensi AM dan FM, menyiarkan acara-acaranya kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Berdasar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, tujuan penyiaran adalah untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia. Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial. Dalam menjalankan fungsi tersebut penyiaran juga mempunyai fungsi ekonomi dan kebudayaan. Dengan demikian isi siarannya sendiri wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia.

Untuk memenuhi tujuan, fungsi dan isi siaran seperti itu, diperlukan sumberdaya manusia pengelola dan pelaku penyiaran radio yang profesional dan berkualitas tinggi. Mereka harus mempunyai kompetensi tertentu yang memenuhi standar profesional di bidang penyiaran radio, dan mampu bekerja secara taat azas serta menjunjung tinggi norma dan etika profesi. Terjaminnya profesionalitas sumber daya manusia di bidang penyiaran radio ini akan memberikan manfaat yang jauh lebih banyak bagi publik karena mampu menjalankan fungsi dan tujuan penyiaran dengan sebaik-baiknya.

Sebagai kelanjutan dari gagasan tersebut, Working Group Broadcasting (Kelompok Kerja Penyiaran) pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama para pemangku kepentingan terkait berinisiatif menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang Penyiaran Radio. Secara garis besar ada berbagai fungsi di dalam penyiaran radio, mulai dari fungsi pemrograman dan produksi program radio, fungsi pemasaran, fungsi pengelolaan teknis, fungsi pengelolaan administrasi umum, beserta turunan-turunannya. SKKNI ini telah diupayakan memuat peta kompetensi penyiaran radio secara menyeluruh, mencakup semua fungsi-fungsi utama di dalam industri penyiaran radio. Namun demikian, fungsi-fungsi dasar (unit-unit kompetensi) yang disajikan di dalam SKKNI ini dibatasi hanya yang terfokus pada penyiar/presenter radio.

Penyiar adalah salah satu sumber daya manusia di bidang penyiaran radio yang memiliki tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab sangat penting karena terkait langsung dengan proses penyampaian isi siaran kepada masyarakat. Bagaimana pesan siaran itu ditangkap oleh khalayak pendengarnya sangat ditentukan oleh kompetensi, sikap kerja dan profesionalisme para penyiar radio. Sering dikatakan bahwa penyiar yang terampil adalah “sahabat” pendengar yang mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada pendengarnya. Karena itu, peran penyiar radio bukan hanya sekadar penyampai informasi kepada masyarakat melainkan juga merupakan agen perubahan dimana hasil siarannya dapat membentuk opini publik, menjadi perekat dan kontrol sosial bagi masyarakat.

Mengingat posisi penting penyiar radio dalam menyampaikan/ mempresentasikan program siaran radio, maka prioritas awal perumusan SKKNI adalah untuk Penyiar Radio. SKKNI untuk penyiar radio ini merupakan acuan dalam mengukur kualitas sumber daya manusia sebagai penyiar radio. Di dalamnya termuat kompetensi profesional yang dituntut dari seorang penyiar radio. Tingkat kompetensi tersebut harus mampu dibuktikan dengan sertifikasi melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi profesi yang independen.

SKKNI Penyiaran Radio telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 639 Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok Aktivitas Penyiaran dan Pemrograman Bidang Penyiaran Radio. Dengan diberlakukannya SKKNI Bidang Penyiaran Radio, maka dunia pendidikan dan dunia industri penyiaran radio nasional serta masyarakat yang berkepentingan dapat menggunakannya sebagai acuan dalam mengembangkan standardisasi kualitas pendidikan maupun untuk mendapatkan pengakuan profesi/kompetensi kerja baik secara nasional maupun internasional.

Sumber : Direktorat Bina Standarisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja - Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (STANDARKOMPETENSI.KEMNAKER.GO.ID)



Kembali ke halaman artikel
 
Home | About | Links | Forum | Guestbook | Contact Us