Lampiran : Keputusan Direktur Jenderal

Pos dan Telekomunikasi

Nomor : 46/Dirjen/2004

Tanggal : 10 Mei 2004

 

PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT

RADIO SIARAN MODULASI FREKUENSI (FREQUENCY

MODULATION/FM) SISTEM ANALOG

 

 

1.      PERSYARATAN UMUM

 

1.1. Ruang Lingkup

 

Persyaratan teknis merupakan persyaratan teknis untuk perangkat radio siaran Modulasi Frekuensi (FM) sistem analog.

 

Persyaratan teknis ini meliputi ruang lingkup, definisi, singkatan, istilah, persyaratan bahan baku dan konstruksi, persyaratan perangkat pemancar, persyaratan teknis, persyaratan elektris dan persyaratan pengujian alat dan perangkat radio siaran FM sistem analog.

 

1.2. Definisi

 

Perangkat radio siaran FM sistem analog adalah alat dan perangkat radio yang berfungsi sebagai pemancar radio yang terpasang pada stasiun radio siaran menggunakan sistem analog dan modulasi frekuensi (Frequency Modulation/FM) serta bekerja pada pita frekuensi 87,5 108 MHz.

 

1.3. Singkatan

 

AC : Alternating Current

BNC : Bayonet Nut Connector

dB : deciBel

dBm : deciBel miliwatt

DSB-SC : Double Side Band Suppressed Carrier

FM : Frekuensi Modulasi

F3EGN : jenis emisi mono

F8EGF : jenis emisi stereo

Hz : Hertz

kHz : kiloHertz

kVA : kilo Volt Ampare

MHz : Mega Hertz

PCB : Printed Circuit Board

RF : Radio Frekuensi

SCMO : Subsidiary Communication Multiplex Operation

u s : Micro Second (Mikro detik)

0C : Derajat Celsius

 

 

1.4. Istilah

 

1.4.1.              Stasiun Radio Siaran

Satu atau beberapa perangkat pemancar atau penerima gabungan dari perangkat pemancar dan penerima termasuk alat perlengkapan yang diperlukan di satu lokasi untuk menyelenggarakan komunikasi radio.

 

1.4.2.             Frekuensi Modulasi

Sistem Modulasi dimana frekuensi radio carrier sesaat bervariasi sesuai dengan amplitudo sinyal pemodulasi.

 

1.4.3.             Power Output Rating

Power output rating adalah power carrier yang mungkin dioperasikan secara terus menerus dalam suatu test load.

 

1.4.4.             Stabilitas Frekuensi Carrier

Stabilitas frekuensi carrier adalah kemampuan peralatan pemancar untuk menjaga frekuensi test utama.

 

1.4.1.              Spurious Emisi

Emisi gelombang radio diluar bandwidth yang ditentukan yang menimbulkan interferensi dan distorsi.

 

1.4.2.             Radiasi Kabinet

Emisi yang dipancarkan dari perangkat transmisi atau sumber lainnya yang outputnya normal.

 

1.4.3.             Siaran FM Stereophonic

Pengiriman program stereophonic oleh stasiun siaran single FM menggunakan kanal utama dan sebuah sub kanal stereophonic.

 

1.4.4.             Left atau Right signal

Elektris yang berasal dari suatu mikropon atau gabungan beberapa mikropon yang dibuat supaya menghasilkan intensitas, waktu dan penempatan bunyi suara agar serasi bagi pendengar sebelah kiri (left) atau kanan (right) pada pusat performating area.

 

1.4.5.             Kanal left atau right

Garis signal left atau right melalui sistem siaran FM stereophonic.

 

1.4.6.             Kanal Utama (L+R)

Frekuensi band dari 50 15 kHz yang mengatur frekuensi memodulasi carrier utama dan menyediakan kompatilibitas penerimaan monophonic.

 

1.4.7.             Pilot Subcarrier

Subcarrier 19 kHz yang digunakan sebagai sinyal kontrol untuk pemancar siaran FM stereophonic.

 

1.4.8.             Stereophonic Subcarrier

Subcarrier yang diselaraskan untuk frkuensi pilot subcarrier.

 

1.4.9.             Stereophonic Separasi

Band frekuensi dari 23 53 kHz yang terdiri dari subcarrier stereophonic dan sideband terkait.

 

1.4.10.          Stereophonic Separasi

Rasio (dalam dB) output kanal L atau R diperuntukkan hanya pada output kanal L atau R untuk sinyal yang sama.

 

1.4.11.           Crosstalk

Adanya sinyal yang tidak diinginkan pada sebuah kanal (L atau R) yang disebabkan oleh sinyal dari kanal lain (R atau L).

 

1.4.12.          Subsidiary Communication Multiplex Operation

Hak untuk mengirimkan informasi pada penambahan multiplex subcarrier atau subcarrier.

 

1.4.13.          Multiplex Subcarrier

Subcarrier pada frekuensi antara 20 99 kHz yang dimodulasi dengan menambah komunikasi informasi.

 

2.      PERSYARATAN UMUM

 

Bahan baku yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

 

a.       Perangkat terbuat dari bahan yang kuat dan ringan dan bisa sesuai dengan iklim tropis, antara lain : bahan harus anti karat, tahan terhadap suhu, kelembaban iklim tropis, deterjen serta bahan-bahan kimia.

b.       Komponen terbuat dari bahan berkualitas tinggi.

c.       Papan rangkaian tercetak (PCB) terbuat dari bahan yang bermutu tinggi. Sistem penyambungan/penyolderan pada terminalnya mudah dilaksanakan dan mempunyai sifat kelistrikan yang baik.

 

Konstruksi untuk perangkat pemancar radio yang dirancang sebagai perangkat portable, perangkat harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

a.       Perangkat terlindung dari kemungkinan masuknya serangga, benda-benda lain yang tidak dikehendaki.

b.       Aman terhadap air dan matahari.

c.       Dilengkapi dengan terminal-terminal pengukuran dan sistem pemeliharaan.

d.       Mudah dilakukan pemindahan/diangkat.

 

3.      PERSYARATAN PERANGKAT PEMANCAR

 

3.1. TRANSMISI

3.1.1.   Sistem transmisi

Diperlukan untuk mengubah sinyal input modulasi ke frekuensi carrier pada frekuensi center dari suhu kanal FM dengan band frekuensi 87,5 108 MHz.

 

3.1.2.   Jenis Emisi

Penandaan dari modulasi dan emisi mengacu pada bagaimana frekuensi carrier dimodulasi dan dipancarkan. Peralatan pemancar akan menghasilkan emisi F3EGN (jenis emisi mono) untuk operasi monophonic dan emisi F8EHF (jenis emisi stereo) untuk operasi stereophonic. Perlatan pemancar harus mampu dioperasikan dalam suatu deviasi frekuensi + 75 kHz, yang setara dengan modulasi maksimum 100%.

 

3.1.3.   Penyesuaian Frekuensi Carrier

Peralatan pemancar harus dapat beroperasi sesuai dengan standar pada setiap kanal didalam rentang frekuensi pembawa yang ditetapkan tanpa mengubah konstruksi utama kecuali komponen-komponen yang terkait dengan perubahan frekuensi.

 

3.1.4.   Tegangan dan Frekuensi Jala-jala

Peralatan pemancar harus dapat beroperasi pada sumber tegangan AC 220/380 Volt + 10% pada frekuensi 50Hz. Persyaratan tegangan, maksimum kVA harus dicantumkan pada peralatan pemancar.

 

3.1.5.   Phase to phase Loading

Peralatan pemancar diatas 10 kVA harus memberikan beban seimbang bagi jala-jala, sehingga arus disetiap fasa bervariasi +/- 10% dari setiap rata-rata ketiga fasa arus.

 

3.2. RF CARRIER

3.2.1.   Power Output Rating RMS

Standard beban output power harus sesuai dengan tegangan input AC berubah ubah sebesar 10% dari nilai dasar.

 

Pengaturan output power pemancar mengizinkan pengoperasian di atas range + 50% dari output power dasar.

 

3.2.2.   Stabilitas Frekuensi Carrier

Frekuensi carrier akan tetap dalam range + 1000 Hz dari frekuensi test utama.

 

3.2.3.   Spuricus Emisi

Spuricus emisi peralatan pemancar tidak boleh melebihi nilai yang tercantum di bawah ini :

 

 

NO

 

 

SPURIOUS EMISI

 

NILAI MAXIMUM

1

Diantara 120 kHz 240 kHz dari carrier frekuensi

-25 dB*

2

Diantara 240 kHz 600 kHz dari carrier frekuensi

-35 dB*

3

Diatas 600 kHz dari carrier frekuensi

-(43+ 10 log P)* atau -80 dB*

Catatan : P = Power (dalam satuan Watt)

* = Mengacu pada power level dari carrier tak termodulasi

 

3.2.4.   Elektromagnetic Compability (EMC)

Mengacu pada rekomendasi CISPR 22 dan CISPR 24.

 

4.      PERSYARATAN TEKNIS

 

4.1. Performansi Audio (Monophonic)

4.1.1.   Audio Input Impedence

Audio input impedence harus bernilai 600 Ohm balance terhadap ground.

 

4.1.2.   Audio Input Level untuk Modulasi 100%

Standard audio input level untuk modulasi 100% harus 10 dBm + 2 dBm.

 

4.1.3.   Audio Frekquency Response

Kurva audio frekuensi respon akan terletak diantara kurva garis pada gambar 1.

 

4.1.4.   Distorsi Harmonik Frekuensi Audio

Distorsi frekuensi audio termasuk seluruh harmonic sampai 30 kHz tidak boleh melebihi 1% dalam range frekuensi dari 5015 kHz.

 

4.1.5.   Level Noise Frekuensi Modulasi pada Carrier

Level < -60 dB dibawah level carrier dengan modulasi 100%.

 

4.1.6.   Level Noise Amplitudo Modulasi pada Carrier

Level < -50 dB dibawah level carrier dalam band frekuensi 5015 kHz.

 

4.2. Operasi Dtereophonic dan multiplex

 

4.2.1.   Kanal L + R

Sinyal modulasi untuk kanal L+R akan terdiri atas penjumlahan sinyal L dan R.

Saat salah satu sinyal L atau R berada pada kanal L+R, deviasi carrier utama tidak boleh melebihi 45% dari total modulasi.

 

4.2.2.   Pilot Carrier

Frekuensi sinyal pemandu harus 19.000 Hz + 2 Hz.

Deviasi dari carrier oleh sinyal pemandu harus antara 8% dan 10% pada modulasi maksimum untuk pengoperasian monophonic.

 

4.2.3.   Kanal L R

a.       Subcarrier stereophonic harus ditekan pada level + 40 dB dibawah modulasi total dari carrier.

b.       Sinyal modulasi untuk subcarrier stereophonic harus sama dengan selisih kanal L dan R (L-R).

c.       Harus penjumlahan sideband dari modulasi amplitudo pada subcarrier stereophonic tidak menyebabkan deviasi puncak dengan carrier melebihi 45% yang total modulasi sinyal L atau R berada pada kanal L-R.

 

4.2.4.   Subsidiary Communication Multiplex Operation

 

Untuk perangkat yang mempunyai fasilitas SCMO berlaku ketentuan sebagai berikut :

a.       Beberapa bentuk modulasi mungkin digunakan pada beberapa multiplex subcarrier.

b.       Selama tidak adanya program pancaran, multiplex subcarrier dan sideband yang signifikan harus dalam range frekuensi 20-99 kHz. Penjumlahan modulasi carrier yang disebabkan oleh seluruh subcarrier diatas 76 kHz tidak boleh melebihi 10%, dan untuk penjumlahan modulasi carrier yang disebabkan penyimpangan subcarrier + 75 kHz tidak melebihi 30%.

c.       Selama program monophonic atau stereophonic memancar, multiplex subcarrier dan sideband yang signifikan harus dalam range frekuensi 53-99 kHz.

d.       Penjumlahan modulasi carrier yang disebabkan subcarrier di atas dan dibawah 76 kHz tidak melebihi 10%.

 

4.3. Performansi Multiplex

 

4.3.1.   Audio Frequency Response

Kurva respon frekuensi audio akan berada atau diantara kurva garis pada ITU-R BS 450-3.

 

4.3.2.   Distorsi Harmonik Frekuensi Audio

Kanal L dan R akan sesuai persyaratan 4.1.4 apabila modulasi maksimum 90% dan rasio mengacu pada level tersebut.

 

4.3.3.   Level Noise Frekuensi Modulasi pada Carrier

Persyaratan 4.1.5 akan sesuai apabila modulasi maksimum 90% dan rasio mengacu pada level < -60 dB dibawah level carrier.

 

4.3.4.   Level Noise Amplitudo Modulasi pada Carrier

Persyaratan 4.1.6 akan sesuai apabila modulasi maksimum 90%.

 

4.3.5.   Crosstalk

Crosstalk dalam kanal lain harus < -40 dB di bawah modulasi 90%.

 

4.3.6.   Stereophonic Separation

Stereophonic Separation antar kanal harus 30 dB atau lebih baik.

 

4.3.7.   Frequency Stability Subcarrier

Frekuensi subcarrier pemandu harus 19 kHz + 2 Hz, dan beberapa multiplex subcarrier harus diantara 500 Hz dari pilihan frekuensi operasi oleh pabrikan yang diperuntukkan dalam test report.

 

4.3.8.   Stereophonic Sub-carrier Suppresion

Stereo subcarrier harus < -40 dB di bawah total modulasi dari carrier.

 

5.      PERSYARATAN PENGUJIAN

 

5.1. Cara Pengambilan Contoh Uji

Pengambilan benda uji dilakukan secara random (acak) oleh instansi penguji dengan 1 (satu) sample.

 

5.2. Cara Uji

Cara pengujian ditetapkan oleh institusi penguji yang harus mampu memperlihatkan secara kualitatif dan kuantitatif bahwa benda uji dilakukan pengukuran menurut prosedur uji dan persyaratan dalam standar ini.

 

5.3. Syarat Lulus Uji

Hasil pengujian dinyatakan LULUS UJI, jika semua benda diuji memenuhi ketentuan seperti tercantum dalam persyaratan teknis ini.

 

 

5.4. Syarat Keselamatan dan Kesehatan

Perangkat Radio Siaran FM ini harus dirancang bangun sedemikian rupa sehingga pemakai terlindungi dari gangguan listrik, dan elektromagnetik.

 

5.5. Syarat Penandaan

Setiap Perangkat radio Siaran FM wajib ditandai, memuat nama pabrik dan negara pembuat, merk / type dan nomor seri serta memenuhi ketentuan sertifikasi.

 

5.6. Cara Pengemasan

Ukuran pengemasan tergantung pabriknya, tetapi harus memperhatikan unsur keselamatan, estetika dan efisiensi ruangan.

 

 

Ditetapkan : J A K A R T A

Pada tanggal : 10 Mei 2004

 

DIREKTUR JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI

 

ttd

 

DJAMHARI SIRAT